Terdapat ralat dalam alat ini

Rakan

Aku


Hati perasaan dan diri
Ku tulis susunan berbahasa ini
Untuk di nikmati diri
Juga anda yang sudi
Kurang silap usah di caci .

Citaku bukan sasterawan terbilang
Aku senang begini
Manusia kecil biasa biasa .

Punya hati punya rasa bebas berbicara .

Bila terbayang cinta
Akulah perindu ...



Saniza . K.Lumpur . 1431 .

Khamis, 7 Januari 2010

Tiada mulut untuk bicara

Seharian di bakar panas matahari
Bila malam di salai panas bumi
Putih kulit berubah hitam
Peluh di badan melukis ruam .

Bagai orang orang terpacak di tengah bendang
Bisu tanpa bicara
Bergoyang di tiup bayu
Menakutkan burung burung terbang lalu
Itu lah tugasnya yang di mahu .

Diam tapi berbakti
Jangan tanya pakaian untuk di ganti
Tak perlu teduh kerana topi sudah di beri .

Orang orang tidak akan mati
Dia tiada nyawa di dalam diri
Di situlah dia kalau tidak di ubah lagi ...



saniza . Kuala Lumpur . 21 Muharram 1431 .

4 ulasan:

  1. walau badan hancur lebur, perjuangan harus diteruskan...
    jangan dikisah panasnya jeritan sang mentari..
    itu semua hanyalah dugaan agar lebih kuat..

    BalasPadam
  2. tentang pepatung penghalau burung di bendang kan?

    nice dik

    salam karya

    BalasPadam
  3. Salam..
    Walau panas membakar diri
    walau badan hancur berkecai
    perjuangan jadi keutamaan diri
    moga hidup tidak terkulai.

    BalasPadam
  4. Tiada mulut untuk bicara
    Tapi cukup berwajah durja
    Bebakti pada semesta
    Sampai bila...
    Hanya kau yang tau saniza
    hehe jgn mare
    Selamat berpuisi...

    BalasPadam