Terdapat ralat dalam alat ini

Rakan

Aku


Hati perasaan dan diri
Ku tulis susunan berbahasa ini
Untuk di nikmati diri
Juga anda yang sudi
Kurang silap usah di caci .

Citaku bukan sasterawan terbilang
Aku senang begini
Manusia kecil biasa biasa .

Punya hati punya rasa bebas berbicara .

Bila terbayang cinta
Akulah perindu ...



Saniza . K.Lumpur . 1431 .

Sabtu, 2 Januari 2010

Perindu

Siang jejari comel mu melukis warna cinta pada awan putih
Mana sampai tangan kerdil menjamahnya
Hanya melihat dengan putih mata .

Sejuknya hujan membasahi tubuh
Terasa bagai warna menyentuh setiap nadi
Lembut suci bagai bayi mencium pipi
Jadilah khayalan untuk di ingati .

Malam menjadi teman si burung perindu
Pudar awan dalam malap sinaran bulan
Terlelap waktu dini tanpa di datangi mimpi
Dan siang datang lagi
Menunggu rindu di kasihi .


Saniza . K.Lumpur . 16 Muharram 1431 .

4 ulasan:

  1. "Menunggu rindu di kasihi"

    Sedihnya:(

    BalasPadam
  2. Salam Saniza,
    Sedihnya,
    "Terlelap waktu dini tanpa didatangi mimpi
    dan siang datang lagi."
    puitis sekali.
    Biarkan mimpi tidak kembali
    realiti lebih membawa erti
    untuk kehidupan hakiki.

    BalasPadam
  3. Suka saya menatap puisi Saniza,
    puitis dan indah. -gopa

    BalasPadam
  4. sayer suker yang nih..
    suker sangat...

    BalasPadam