Terdapat ralat dalam alat ini

Rakan

Aku


Hati perasaan dan diri
Ku tulis susunan berbahasa ini
Untuk di nikmati diri
Juga anda yang sudi
Kurang silap usah di caci .

Citaku bukan sasterawan terbilang
Aku senang begini
Manusia kecil biasa biasa .

Punya hati punya rasa bebas berbicara .

Bila terbayang cinta
Akulah perindu ...



Saniza . K.Lumpur . 1431 .

Khamis, 17 Jun 2010

Perjalanan hidup

Perjalanan hidup

Oh ! ayahanda
Bukan ini panggilan hormat dan sayang
Di sini sekadar berbahasa
Kita bukan kerabat di raja
Atau Manusia kaya kaya
Ucapan Cik dalam loghat kita
Kata hormat budaya berbicara .

Ayahanda kaya memikul payah
Teringat aku di rumah dulu
Ketika kecil berlari jatuh
Lantai nibung menjadi saksi
Setiap nafas ayahanda hadapi
Gagah berjuang terus mara
Mengubah maju hidup kita
Sejarah hidup di belakang kerbau
Bertukar memandu di jalan raya
Putra putri mu di desa di kota
Menggapai murni cita cita
Moga tidak menjauhi ILAHI .

Masih teringat di minda anakanda
Ayahanda berdiri di gelanggang pendekar
Gagah perkasa hebat tenaga.

Dunia berputar setiap masa
Warna hitam memutih di kepala
Tegang dahi berkedut berbagai rupa.

Moga ayahanda tidak lupa
Mencari pahala menendang dosa
Biar lemah seluruh anggota
Di hati tetap waja sentiasa
Meyusun bekalan buat hari bakal tiba .

Ayahanda, bonda, anakanda dan siapa siapa
Bila tiba hari kita, tiada lagi masa .



saniza . Kuala Lumpur . 25 Muharram 1431.

3 ulasan:

  1. sedihnya puisi ni
    rindu si ayah..
    dia banyak berkorban utk keluarga

    BalasPadam
  2. Lamanya blog ini menyepi, tertanya-tanya perkhabaran empunya diri.

    BalasPadam
  3. senikata yang menyentuh naluri dan perasaan.. mendalam dan berbekas di hati

    BalasPadam